|
Dies Natalis ke-44 dan Wisuda Sarjana ke- 42 IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi digelar Kamis, 29 Desember 2011 bertempat di gedung Auditorium Prof. Dr. H. Chatib Quzwain, MA. IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mewisuda sebanyak 910 sarjana dan Magister. Wisuda dihadiri oleh Wakil Gubernur Jambi H. Fachrori Umar, Anggota Senat IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, dan unsur muspida prov. Jambi. lulusan terbaik pada wisuda ke-42 di berikan kepada Nur Hikmah Mahmud dari fakultas Tarbiyah.
Dalam sambutannya Rektor IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mengucapkan selamat atas prestasi yang telah dicapai oleh para wisudawan dan wisudawati. Para alumni dituntut untuk mempraktekkan ilmu yang telah dipelajari dibangku kuliah kedalam kehidupan bermasyarakat. “Kita tidak menginginkan alumni IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kerdil ditengah kehidupan masyarakat, yang kita inginkan, bahwa alumni IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mampu menjawab persoalan yang dihadapi di tengah masyarakat”, harapan beliau. “Standar kualitas lulusan IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi hendaklah mengacu tidak hanya untuk kepentingan lokal dan nasional saja, melainkan juga untuk kepentingan internasional”, ujar H. Fachrori Umar, dalam sambutannya pada wisuda ke- 42 IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Alumni yang berkualitas tidak hanya diukur dari sisi akademis, tetapi di dalam semua aspek kehidupan, yaitu alumni yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, mandiri, memiliki disiplin, dan rasa tanggung jawab sebagai warga negara dan bangsa. lebih lanjut, dalam orasi ilmiah yang mengangkat tema Profesionalisme Guru Dalam Persaingan Global oleh Dr. Muhammad Fadhil, M.Ag, bahwa Pendidikan di Indonesia saat ini masih kurang memberikan kegembiraan untuk dapat mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Secara garis besar tujuan pendidikan di Indonesia adalah mengembangkan manusia utuh, bukan kecakapan intelektual saja, tetapi juga kepribadian dan keterampilan. Untuk mewujudkan hal tersebut seorang calon guru profesional harus memiliki kompetensi profesional keguruan, kompetensi personal, dan kompetensi sosial, sehingga ilmu yang sudah diperoleh di bangku kuliah dapat diamalkan di tengah masyarakat.
|