Search
Menu Utama
POJOK DOSEN
| استراتيجية لترقية كفاءة النحوالعربي 21/01/2011 استراتيجية لترقية كفاءة النحوالعربي
by: Yogia Prihartini* (All rights reserved) |
| Tulisan lainnya |
| SEMARAK PERINGATAN MAULID 1433 H |
| Ditulis oleh humas | |||
| Kamis, 09 Februari 2012 12:02 | |||
|
Rabu, 8 Pebruari 2012. Seperti tahun-tahun sebelumnya Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berlangsung meriah. Kegiatan ini diikuti oleh segenap civitas akademika IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi bertempat di Masjid As Shahabah Kampus IAIN STS Mendalo.
Dr. H. Hadri Hasan, MA., Rektor IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, mengungkapkan“Dibalik semua perayaan yang berlangsung tersebut ada hal yang paling penting kita maknai, agar perayaan itu bukan sekedar seremonial belaka. Hendaknya kita dapat mendengar dengan baik apa yang akan disampaikan oleh penceremah dan senantiasa bersama-sama kedepannya untuk turut serta menyemarakkan kegiatan hari besar Islam” . Drs. Kholiq Muhabasah dalam ceramahnya pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1433 H, beliau menyampaikan Peringatan maulid ini dalam rangka mengingat kembali sejarah kehidupan Rasulullah saw. Ketika berbicara tentang peristiwa maulid , kita harus bersyukur akan nikmat pemberian Allah yang sangat besar, sebab dengan bersyukur, Allah akan menambah nikmat-Nya, tetapi bila kita ingkar, maka azab-Nya juga pedih. Dari ujung rambut sampai ujung kaki merupakan wujud nikmat Allah. Sebagai contoh, Allah menciptakan kelopak mata untuk berkedip sebanyak 70 kali dalam satu menit dengan tujuan melindungi mata dari gangguan debu. Seandainya kita harus membayar untuk semua nikmat tersebut, bisa dibayangkan berapa banyak biaya yang harus kita keluarkan, belum lagi nikmat udara, angin, air, dan lain-lain. Begitu banyak nikmat Allah, sebagai umat beragama hendaknya kita senantiasa bersyukur. “Sungguh dalam diri Rasulullah itu terdapat contoh teladan”, Sebagai seorang pemimpin, Beliau merupakan contoh sosok pemimpin yang sukses. Dalam waktu 23 tahun Rasulullah mampu mengubah Zaman Jahiliyah menuju Zaman penuh Ilmu. “Kalau ingin menjadi pemimpin yang sukses, hendaknya kita bercermin dari akhlak Rasulullah”, tutur beliau. Kenyataan saat ini telah membuktikan, bahwa kita belum bersungguh-sungguhnya dalam meneladani Rasulullah SAW dalam mengarungi perjuangan hidup, maka kehidupan kaum muslimin saat ini cenderung terperosok menjadi ummat terbelakang, dibandingkan dengan ummat-ummat lain di hampir semua bidang kehidupan. Oleh karena itu, jika kondisi kehidupan kita ingin berubah, maka yang harus kita lakukan adalah mau dan berani merubah kebiasaan hidupi. Kita harus tinggalkan sikap menyepelekan dan mengabaikan Uswahtul Hasanah Rasulullah SAW. Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tahun ini mengambil tema “ Jadikan Sosok Pribadi Rasulullah SAW sebagai Pencerahan Untuk Mewujudkan Kecerdasan Secara Kaffah” ditutup dengan pembacaan shalawat Nabi.
|
Sistem Online
Komunikasi Senat
Info Pengunjung









![]() | Hari ini | 601 |
![]() | Kemarin | 2619 |
![]() | Minggu ini | 5498 |
![]() | Minggu kemarin | 23721 |
![]() | Bulan ini | 63725 |
![]() | Bulan Kemarin | 63937 |
![]() | Total | 687327 |
We have: 50 guests, 18 bots online
Your IP: 38.107.179.212
,
Today: May 21, 2012
Your IP: 38.107.179.212
,
Today: May 21, 2012









