Pendidikan dan Pengajaran

SISTEM SEMESTER
Semester:
Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri dari 18-20 minggu kuliah atau kegiatan terjadwalnya, berikut kegiatan iringannya, termasuk 2-3 minggu kegiatan penelitian.

Sistem Kredit Semester:
Sistem Kredit Semester adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan Satuan Kredit Semester (SKS) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja Dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program.

Satuan Kredit Semester:
Satuan Kredit Semester (SKS) adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal perminggu sebanyak satu jam perkuliahan atau dua jam praktikum, atau empat jam kerja lapangan, yang masing-masing diiringi oleh 1-2 jam kegiatan terstruktur dan satu sampai dua jam kegiatan mandiri.

BEBAN STUDI
Beban Studi adalah takaran bobot keseluruhan Satuan Kredit Semester bagi penyelesaian satu jenjang pendidikan dengan rincian sebagai berikut:

    • Program S1 diberi beban antara 144 s/d 160 SKS;

    Pengambilan beban studi dilakukan secara bertahap melalui beberapa semester. Setiap semester berisi alokasi penawaran mata   kuliah dengan bobot SKS tertentu;

  • Beban studi yang diambil diprogramkan sebagai Rencana Studi dan dituangkan ke dalam Kartu Rencana Studi (KRS) model A;


RENCANA STUDI
1.    Rencana studi adalah rancangan jenis mata kuliah dan bobot SKS yang diambil mahasiswa untuk semester tertentu.
2.    Mahasiswa wajib mengambil semua mata kuliah yang ditawarkan sesuai dengan peringkat semesternya, kecuali bila:
a.    Indeks Prestasi (IP) semester sebelumnya tidak mencapai sebatas skala perbandingan bobot SKS beban studi yang ditawarkan.
b.    Terkendala oleh mata kuliah prasyarat.
3.    Mahasiswa yang memperoleh Indeks Prestasi (IP) semester sebelumnya melebihi skala perbandingan bobot SKS beban studi yang ditawarkan, dapat mengambil tambahan mata kuliah dengan bobot SKS tertentu pada semester sebelum atau sesudahnya.
4.    Khusus mahasiswa semester satu, beban studi ditentukan secara paket yang harus diambil seluruhnya.
5.    Besaran dan rentang bobot SKS beban studi yang diambil diukur dengan skala perbandingan sebagai berikut:


No Indeks Prestasi Beban Studi
1 3.75 – 4.00 26 SKS
2 3.50 – 3.74 25 SKS
3 3.25 – 3.49 24 SKS
4 3.00 – 3.24 23 SKS
5 2.75 – 2.99 22 SKS
6 2.50 – 2.74 21 SKS
7 2.25 – 2.49 20 SKS
8 2.00 – 2.24 19 SKS
9 1.75 – 1.99 18 SKS
10 1.50 – 1.74 17 SKS
11 1.25 – 1.49 16 SKS
12 1.00 – 1.24 15 SKS
13 0.75 – 0.99 14 SKS
14 0.50 – 0.74 13 SKS
15 0.25 – 0.49 12 SKS
16 0.00 – 0.24 11 SKS

6.    Rencana Studi dirancang oleh mahasiswa dengan berkonsultasi kepada Dosen Pembimbing Akademik, selanjutnya dituangkan kedalam Kartu Rencana Studi (KRS) model A, ditanda tangani oleh mahasiswa yang bersangkutan dan Dosen Pembimbing Akademik.
7.    Kartu Rencana Studi (KRS) model A yang telah diserahkan ke jurusan untuk diteliti, disahkan, dan ditanda tangani oleh Ketua Jurusan atau Pembantu Dekan I.
8.    Kartu Rencana Studi (KRS) model A yang telah disahkan oleh Ketua Jurusan atau Pembantu Dekan I diserahkan oleh mahasiswa kepada:
a.    Subbag Akademik (biru putih).
b.    Dosen Pembimbing Akademik (kuning).
c.    Warna hijau untuk arsip.
d.    Mahasiswa yang bersangkutan berhak mendapat Kartu Kuliah model C.
9.    Bagi yang terlambat mengajukan Kartu Rencana Studi (KRS) model A ke jurusan sesuai kalender Akademik dan atau ketentuan-ketentuan lain yang ditetapkan fakultas, diberi sanksi pengurangan bobot SKS dari Kartu Rencana Studi (KRS) nya sebagai berikut:
9.1.1.    Terlambat 1 minggu, dikurangi 2 SKS.
9.1.2.    Terlambat 2 minggu, dikurangi 4 SKS.
9.1.3.    Terlambat 3 minggu, dikurangi 6 SKS.
Terlambat lebih dari ketentuan diatas yang bersangkutan dinyatakan mengundurkan diri untuk semester tersebut.
10.    Perubahan Rencana Studi dan KRS hanya dilakukan dalam waktu 15 hari terhitung sejak berakhirnya masa pengajuan KRS. Perubahan tersebut harus ada persetujuan Dosen Pembimbing Akademik dan Ketua Jurusan.
11.    Pindah Kontrak pada prinsipnya tidak dapat diizinkan kecuali ada alasan yang logis yang diajukan ke Ketua Jurusan.
12.    Mahasiswa yang tidak mengontrak atau tidak menyerahkan KRS tidak berhak untuk mengikuti perkuliahan atau mendapatkan nilai.


PERKULIAHAN
1.    Satuan Waktu.
Satuan waktu perkuliahan menganut sistem semester. Satu tahun akademik dibagi menjadi dua semester, yaitu semester ganjil dan semester genap. Semester ganjil dilaksanakan pada bulan September s/d Februari, dan semester genap dilaksanakan pada bulan Maret s/d Agustus.

2.    Pelaksanaan/Perkuliahan.
2.1.    Perkuliahan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan Tatap Muka (TAMU), Tugas Terstruktur(TUTUR), Tugas Mandiri (TURI), dan Praktikum.
2.2.    Seluruh kegiatan perkuliahan terjadwal dalam roster kuliah berdasarkan kalender akademik.
2.3.    Seluruh kegiatan perkuliahan wajib diikuti oleh mahasiwswa sesuai beban studi yang diambilnya. Khusus Perkuliahan Tatap Muka (TAMU) wajib diikuti oleh mahasiswa sekurang-kurangnya75% dari kehadiran Dosen.
2.4.    Dosen harus memberikan kuliah maksimal 16 kali TAMU, tidak termasuk ujian mid semester dan ujian semester.
2.5.    Dosen dan mahasiswa wajib menandatangani daftar hadir setiap kegiatan perkuliahan sesuai roster perkuliahan.
2.6.    Dosen yang tidak melaksanakan perkuliahan pada bulan pertama semester berjalan, akan dilaporkan kepada Rektor untuk diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku.
2.7.    Setiap Dosen harus membuat SAP (Satuan Acara Perkuliahan) dan diserahkan ke Ketua Jurusan.

HASIL STUDI
1.    Hasil Studi adalah tingkat keberhasilan mahasiswa menyelesaikan beban studi sesuai rencana studi yang diambil yang dinyatakan dalam bentuk Indeks Prestasi (IP).
2.    Hasil Studi mahasiswa dituangkan kedalam Kartu Hasil Studi (KHS) model D.
3.    KHS diisi oleh Bagian Akademik Fakultas dan ditandatangani oleh Pembantu Dekan I atas nama Dekan, untuk Pascasarjana Asder I atas nama Direktur.

ACUAN PENILAIAN
Dalam penilaian digunakan dua pola pendekatan, yaitu:
1.    Penilaian Acuan Norma (PAN), yaitu penilaian yang membandingkan hasil belajar seseorang mahasiswa dengan kelompoknya dan dapat dipakai untuk semua mata kuliah yang pada dasarnya menggunakan Kurva Normal (angka rata-rata atau mean, dan angka penyimpangan rata-rata atau standar deviasi).
2.    Penilaian Acuan Pokok (PAP), yaitu membandingkan hasil belajar seseorang mahasiswa terhadap suatu patokan yang sudah ditemukan sebelumnya yang biasa disebut “BATAS LULUS” atau tingkat penguasaan minimum. Bagi mahasiswa yang mencapai atau melampaui batas atau patokan dinyatakan lulus, dan bagi yang belum mencapai patokan dinyatakan belum lulus. Pendekatan PAP selalu dikaitkan dengan penguasaan kompetensi tertentu bagi seorang mahasiswa sebagai hasil belajarnya. Penguasaan kompetensi itu dirumuskan oleh dosen.
3.    Penggunaan PAN dan PAP, di semua jenis dan jenjang program pendidikan di Perguruan Tinggi tersedia berbagai mata kuliah dalam setiap semester. Pendekatan PAN dapat dipakai untuk semua mata kuliah. Angka-angka pendekatan penguasaan kompetensi, keterampilan dan bahkan sikap yang dimiliki oleh sekelompok mahasiswa sebagai hasil dari pengajaran dapat dicernakan. Pelaksanaanya dapat dijelaskan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
3.1.    Setelah pengajaran dilaksanakan, sekelompok mahasiswa yang menerima pelajaran tersebut, menjawab soal-soal atau melaksanakan tugas-tugas tertentu dimaksudkan sebagai ujian. Hasil ujian ini diperiksa dan angka-angka pemeriksaan diberikan untuk masing-masing mahasiswa, selanjutnya disusun dalam bentuk “kurva” dan hasil-hasil angka perhitungan yang menyertainya. (terutama angka rata-rata dan penyimpangan rata-rata) dapat dipakai dalam angka PAN.
3.2.    PAP tidak berorientasi pada “apa adanya” sebagaimana PAN. PAP tidak semata-mata mempergunakan angka rata-rata yang dihasilkan oleh kelompok yang diuji, melainkan telah lebih dahulu menetapkan kriteria keberhasilan, yaitu “BATAS LULUS” penguasaan bahan pelajaran.
3.3.    Mahasiswa harus berkompetisi dalam tujuan khusus pengajaran yang dikenal dengan Tujuan Intruksional Khusus (TIK) dirumuskan oleh dosen sebelum pengajaran dimulai. TPU dan TPK dijadikan dasar penentuan “BATAS LULUS”. keputusan diambil berdasarkan pernyataan sampai dimana hak mahasiswa harus menguasai kompetensi sebagaimana tersebut didalam TPU dan TPK yang selanjutnya diwujudkan dalam bentuk ujian agar mahasiswa dapat dinyatakan lulus, apabila telah mencapai atau melampaui angka yang setara dengan kompetensi sebagaimana tersebut dalam TPU/TPK. Keputusan inilah yang membedakan PAN dan PAP.
4.    PAP memerlukan ujian pembinaan (test formatif) dan ujian akhir (test sumatif). Test formatif dilaksanakan pada tahap tertentu seperti pada pertengahan semester selagi proses pengajaran masih berlangsung. Hasilnya digunakan sebagai indikator apakah mahasiswa tertentu perlu bantuan atau tidak. Ujian akhir (test sumatif). Dilaksanakan pada akhir proses pengajaran. Ujian ini meliputi semua bahan yang diajarkan dalam keseluruhan proses pengajaran dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menguasai seluruh bahan yang diajarkan.


PENYELESAIAN STUDI
1.    Masa studi Program Sarjana Strata Satu (S1) maksimal 7 tahun atau 14 semester.
2.    Studi mahasiswa dinyatakan apabila telah menyelesaikan seluruh tugas akademik.
3.    Keseluruhan penyelesaian studi dinyatakan dalam bentuk Indeks Prestasi Komulatif (IPK) dan predikat yudisium menurut tabel dibawah ini:

No

 

IPK

 

Predikat Yudisium

 

1

 

3.60 – 4.00

 

Cumlaude (Lulus dengan Pujian)

 

2

 

3.00 – 3.59

 

Sangat Memuaskan (Amat Baik)

 

3

 

2.50 – 2.99

 

Memuaskan (Baik)

 

4

 

2.00 – 2.49

 

Cukup

 

5

 

0.00 – 1.99

 

Tidak lulus

 

 

 

4.    Predikat Yudisium Cumlaude hanya dapat diberikan kepada mahasiswa yang menyelesaikan S.1nya maksimal selama 8 semester;
5.    IPK terendah kelulusan adalah 3.00 untuk esakta dan 3,25 untuk sosial.

PELAKSANAAN UJIAN
Ujian yang dimaksud dalam ketentuan ini meliputi ujian mid semester, ujian praktikum, ujian akhir semester, ujian komprehensif dan ujian skripsi:
1.    Ujian Mid semester dilakukan oleh dosen yang bersangkutan setelah pelaksanaan perkuliahan tatap muka sekurang-kurangnya berlangsung 7 kali.
2.    Ujian praktikum dikoordinasi oleh unit Pengelola Labor (UPL) setelah berkonsultasi dengan Ketua Jurusan. Pelaksanaannya dilakukan oleh panitia ujian praktikum yang ditunjuk oleh Dekan.
3.    Ujian Akhir Semester
3.1.    Ujian akhir semester dilaksanakan oleh panitia ujian semester yang ditunjuk oleh Dekan.
3.2.    Pelaksanaan ujian akhir semester mengikuti ketentuan umum yang berlaku pada IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
3.3.    Mahasiswa yang dapat mengikuti ujian akhir semester adalah:
3.3.1.    Dapat menunjukkan identitas diri berupa Kartu Mahasiswa.
3.3.2.    Telah mengontrak mata kuliah yang diujikan dengan menunjukkan KRS.
3.3.3.    Telah mengikuti kuliah tatap muka minimal 75 % dari kehadiran dosen.
3.3.4.    Mematuhi tata tertib ujian yang ditetapkan fakultas.
4.    Mata kuliah tidak dapat diujikan bila frekuensi kuliah kurang dari 16 kali tatap muka diluar mid dan ujian semester.
5.    Perhitungan nilai akhir semester menjadi nilai rata-rata hasil ujian dengan menggunakan rumus:

MS + TT + SM + SM  = NR
4
Keterangan :
MS    :  Mid Semester
TT    :  Tugas Terstruktur
SM    :  Semester
NR    :  Nilai Rata-rata
6.    Kategori skor, nilai, dan tafsiran nilai dinyatakan dengan:

 

No Skor Nilai Tafsiran
1 80.00-100 A 4
2 75.00-79.99 B+ 3,5
3 70.00-74.99 B 3
4 65.00-69.99 C+ 2,5
5 60.00-64.99 C 2
6 55.00-59.99 D 1
7 0.00-54.99 E 0

 

7.    Hasil ujian mid semester, tugas terstruktur, semester, rata-rata nilai (simbol), dan tafsiran dituangkan dalam Kartu Daftar Hasil Ujian Semester dan ditanda tangani oleh dosen pengasuh mata kuliah. Jika dosen hanya mengisi nilai rata-rata dan nilai simbol, fakultas berhak menolaknya.
8.    Dosen harus menyerahkan Kartu Daftar Hasil Ujian ke fakultas sesuai batas waktu yang ditentukan. Apabila ketentuan batas waktu tidak dapat dipenuhi, maka fakultas mengambil alih dengan memberi nilai 70/ B-, kepada setiap mahasiswa yang memenuhi target perkuliahan dan telah mengikuti ujian pada mata kuliah tersebut.
9.    Bagi mahasiswa yang belum melaksanakan mid semester atau tugas terstruktur, diberi kesempatan melengkapi atas persetujuan dosen pengasuh mata kuliah tanpa koordinasi oleh Fakultas selambat- lambatnya satu minggu setelah berakhirnya masa penyerahan nilai ujian kepada fakultas.
10.    Bagi mahasiswa yang belum mengikuti ujian semester, karena alasan yang dipertanggung jawabkan diberi kesempatan mengajukan surat permohonan ujian susulan kepada Dekan dalam masa setengah bulan setelah berakhirnya ujian semester. Ujian susulan boleh dilaksanakan oleh Dosen bila mahasiswa dapat menunjukkan surat izin susulan yang ditanda tangani oleh Pembantu Dekan I.
11.    Simbol yang digunakan didalam daftar hasil ujian berkenaan dengan point i dan j di atas adalah: TL (tidak Lengkap). TL tidak dihitung didalam Indeks Prestasi mahasiswa semester yang bersangkutan.
12.    Pengumuman hasil ujian dilakukan oleh bagian Akademik setelah diketahui/ ditanda tangani oleh Pembantu Dekan I atau Kabag. TU Fakultas. Masa pengumuman mengikuti kalender akademik IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.


Perbaikan Nilai (PN)
1.    Mahasiswa yang memperoleh nilai B, C atau D dapat memperbaiki nilainya melalui semester ganjil atau genap yang menyajikan mata kuliah itu, dan atau melalui Semester Pendek (SP) dengan aturan tersendiri yang ditentukan IAIN.
2.    Mata Kuliah PN dicantumkan dalam KRS, tetapi tidak dihitung bobot SKSnya dalam penjumlahan kontrak beban studi semester.
3.    PN hanya boleh dilakukan maksimal 2 kali untuk satu mata kuliah. Apabila dua kali tidak berhasil maka harus dikontrak ulang.
4.    Jumlah mata kuliah PN untuk satu semester yang ditentukan mahasiswa harus atas persetujuan Dosen Pembimbing Akademik.
5.    Mahasiswa yang mengambil mata kuliah PN wajib mengikuti kegiatan perkuliahan, mid semester, tugas terstruktur, dan ujian semester atau kegiatan pengiring lainnya sebagaimana ketentuan kuliah yang berlaku.
6.    Nilai hasil PN yang dicantumkan didalam KHS adalah nilai tertinggi antara nilai sebelumnya dan nilai hasil PN.

Semester Pendek
Semester Pendek dapat dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :
1.    Semester pendek dilaksanakan pada bulan Juli dan Agustus, yang ekuivalen dengan semester reguler.
2.    Mata kuliah yang boleh dikontrak pada semester pendek adalah :
2.1.    Mata kuliah yang sudah pernah dikontrak tapi belum lulus, kecuali mata kuliah keterampilan seperti Micro Teaching dan bahasa.
2.2.    Mata kuliah yang tidak ditawarkan lagi karena perubahan kurikulum.
3.    Batas maksimal beban studi yang boleh dikontrak sebanyak 12 SKS.
4.    Mahasiswa yang berhak mengikuti semester pendek adalah mahasiswa terdaftar pada  semester berjalan, dan dibebani biaya per SKS sesuai ketetapan IAIN.
5.    Dosen pengasuh mata kuliah semester pendek adalah dosen mata kuliah menurut keahliannya.
6.    Nilai Semester Pendek ditentukan oleh keaktifan tatap muka dan prestasi mahasiswa yang bersangkutan.

Ujian Komprehensif
1.    Ujian komprehensif dapat diikuti oleh mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh kegiatan/ mata kuliah, dan KUKERTA.
2.    Ujian komprehensif berlangsung dalam waktu minimal 60 menit, maksimal 90 menit, dilaksanakan oleh sebuah tim Penguji yang terdiri dari 2 orang dosen yang mempunyai kedudukan setara dan membidangi komponen institut, fakultas dan jurusan.
3.    Materi ujian untuk masing-masing Fakultas meliputi mata kuliah sebagai berikut:

Fakultas Syari’ah    
Komponen Institut     :  Tafsir, Hadits, dan Ibadah Praktis
Komponen Fakultas     :  Hukum Islam dan Filsafat Hukum Islam
Komponen Jurusan     :
Ahwal Al Syakhshiyah     :  Hukum Perdata Islam dan Peradilan Islam di Indonesia
Jinayah Siyasah     :  Hukum Pidana dan Ketatanegaraan Islam
PMH     :     Perbandingan Mazhab dalam Islam dan Perbandingan Hukum serta perundang-undangan
Ekonomi Islam     :     Perbankan Syariah, Akuntansi dan Keuangan Syariah
Ilmu Pemerintahan    :    Manajemen Pemerintahan Desa dan Perencanaan Pembangunan
Muamalat    :    Hukum Bisnis Islam dan Manajemen Zakat dan Wakaf
Politik Islam    :    Sistim Politik di Indonesia dan Politik di Negara-negara Islam

Fakultas Ushuluddin
Komponen Institut     :  Tafsir, Hadits, dan Ibadah Praktis
Komponen Fakultas     :  Ilmu Kalam, Filsafat, Pemikiran Keislaman
Komponen Jurusan     :
Aqidah Filsafat     :  Filsafat Umum, Filsafat Islam, dan Tasauf
Tafsir Hadits     :  Metodologi Tafsir, Metodologi Hadits, Mazhab Tafsir, Takhrij Hadits
Dakwah (KPI)    :  Ilmu Dakwah, Teknik Komunikasi
Ilmu Jurnalistik     :  Ilmu Jurnalistik, Teknik Peliputan Berita
BPI     :  Teknik Bimbingan dan Penyuluhan, Psikologi Islam
Public Relation    :    Kehumasan

Fakultas Tarbiyah
Komponen Institut     :  Tafsir, Hadits, dan Ibadah Praktis
Komponen Fakultas     :  Ilmu Pendidikan dan Filsafat Pendidikan
Komponen Jurusan     :  
Pendidikan Agama Islam     :  Pengelolaan Proses Belajar Mengajar Agama Islam
Pendidikan bahasa Arab     :  Pengelolaan Proses Belajar Mengajar Bahasa Arab
Kependidikan Islam     :  Pengelolaan kependidikan Islam

Fakultas Adab     
Komponen Institut     :  Tafsir, Hadits, dan Ibadah Praktis
Komponen Fakultas     :  Bahasa dan Peradaban Islam
Komponen Jurusan     :
SPI     : Filsafat Sejarah dan Ilmu Sejarah, Historiografi dan Kritik Sejarah, Sejarah berbagai kawasan, Sejarah Islam Indonesia
BSA     :     Ilmu Lughah dan Fiqh Lughah, Qowa’id, Maharah Kalam, Maharah     Kitabah, Maharah Istima’, Maharah Tarjamah                     (Tahririiyyah/ Tulisan dan Syafawiyah/ Lisan)
BSI     :     Structure, Speeking, Reading, Writing, Study and Critic on English     Literature, history of English and English literature, skill of Translation (Oral/ Lisan dan Writing/ Tulisan)
IPT     :      Ilmu Perpustakaan, Sistem dan manajemen Informasi

Pascasarjana
Mata Uji Standar Keilmuan    :     1.  Bidang Metodologi Penelitian     
2.  Bidang Filsafat Umum
Mata Uji Standar Keislaman    :    1.  Bidang Studi Al-Quran
2.  Bidang Studi Al-Hadits
3.  Bidang Perkembangan dan Peradaban Pemikiran Islam
Mata Uji Standar Program    :    1.  Pendidikan Islam
Studi                2.  Hukum Islam    
3.  Filsafat Islam
4.  Ekonomi Islam

4.    Bila salah seorang Dosen Penguji memberi angka tidak lulus, maka mahasiswa dinyatakan tidak lulus. Mahasiswa wajib mengikuti ujian ulangan dengan tim yang sama dengan menitik beratkan pada bidang yang belum lulus. Ujian komprehensif ulangan paling cepat dapat dilakukan 10 hari setelah ujian sebelumnya. Biaya ujian ulangan dibebankan kepada mahasiswa yang bersangkutan, yang besarnya ditentukan oleh fakultas.

PROPOSAL DAN SKRIPSI
1.    Pengajuan Proposal.
1.1.    Proposal penelitian skripsi dapat diajukan mahasiswa setelah menyelesaikan beban studi 128 SKS, telah lulus mata kuliah Metodologi Riset dan Bimbingan Skripsi, memiliki skor SKK sebesar 40 point dan telah mengikuti seminar proposal skripsi, minimal 10 kali.
1.2.    Proposal dilengkapi persyaratan akademik sesuai dengan ketentuan dan diajukan melalui sub bagian umum fakultas untuk diteruskan kejurusan.
1.3.    Proposal diteliti, diproses, dan di setujui jurusan bila memenuhi ketentuan akademik sesuai dengan spesifikasi bidang kajian jurusan.
1.4.    Persetujuan proposal dan penunjukkan dosen pembimbing skripsi oleh Ketua Jurusan disahkan oleh Dekan dengan dikeluarkan surat penunjukkan Dosen Pembimbing Skripsi yang ditanda tangani oleh Pembantu Dekan I.
1.5.    Proposal skripsi yang telah disahkan, diseminarkan di bawah pimpinan dosen pembimbing didampingi seorang notulis akademik, dan dihadiri sekurang-kurangnya 10 mahasiswa.
1.6.    Proposal yang telah diseminarkan, diajukan kembali ke fakultas untuk memperoleh pengesahan judul.
1.7.    Judul yang telah disahkan dapat diubah dengan mengajukan surat permohonan ke Dekan, atas persetujuan pembimbing.

2.    Penulisan Skripsi.
Prosedur penelitian dan penulisan skripsi mengacu kepada Buku Pedoman Penulisan Skripsi IAIN Sulthan Thaha Saifuddin.

3.    Bimbingan Skripsi.
Skripsi mahasiswa dibimbing oleh dua orang dosen, yaitu Dosen Pembimbing I dan Dosen Pembimbing II.
Masa keseluruhan proses bimbingan skripsi dimulai sejak dosen pembimbing menerima surat penunjukkan pembimbing skripsi yang dikeluarkan oleh fakultas sampai mahasiswa yang bersangkutan lulus ujian skripsi.
Masa bimbingan skripsi untuk masing-masing pembimbing minimal satu bulan dan maksimal dua bulan.
Masa penyelesaian skripsi adalah 6 bulan terhitung sejak tanggal pengesahan judul proposal.
Apabila dalam waktu 6 bulan skripsi belum dapat diselesaikan , maka mahasiswa harus melaporkan perkembangan skripsinya kepada Dekan untuk memutuskan apakah :
3.5.1.    Memperpanjang masa penulisan;
3.5.2.    Meminta seminar ulang proposal;
3.5.3.    Mengganti pembimbing; atau
3.5.4.    Mengganti judul.
Ketentuan-ketentuan lain berkenaan dengan proses bimbingan skripsi merujuk kepada Buku Pedoman Penulisan Skripsi/ Karya Ilmiah yang diterbitkan IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Ujian Skripsi (Munaqasyah)
1.    Mahasiswa dapat mengikuti ujian skripsi (munaqsyah) jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1.1.    Terdaftar sebagai mahasiswa pada semester bersangkutan dan membawa surat keterangan dari registrasi dan membawa Kartu Mahasiswa.
1.2.    Maksimal semester XIV kecuali ada, surat persetujuan perpanjangan masa kuliah dari Rektor.
1.3.    Menyerahkan photo copy piagam KUKERTA.
1.4.    Mengumpulkan nilai Ko-Kurikuler minimal 50 SKK.
1.5.    Menyerahkan skripsi sebanyak 7 eksamplar.
1.6.    Syarat-syarat lain diatur oleh fakultas.
2.    Ujian skripsi (munaqasyah) berlangsung minimal selama 60 menit, dilaksanakan oleh tim penguji yang terdiri dari:
2.1.    Ketua sidang, yaitu Dekan atau Pembantu Dekan I, atau Pembantu Dekan II, atau Pembantu Dekan III, atau Ketua Jurusan.
2.2.    Penguji adalah Dosen yang berpangkat minimal Lektor atau Asisten Ahli bagi dosen berpendidikan S2 dan S3.
2.3.    Seorang sekretaris sidang disyaratkan memahami bahasa yang digunakan skripsi yang bersangkutan.
3.    Penilaian Skripsi terdiri dari:
3.1.    Isi : 35%
3.2.    Bentuk dan Metodologi : 20%
3.3.    Cara mempertahankan : 20%
3.4.    Penyajian Bahasa : 10%
3.5.    Komprehensif : 15%
Untuk ketentuan nilai akhir skripsi sebagai berikut:
S = (N1+ N2 + N3)
3
Keterangan :
S     : Skor
N1     : Penguji I
N2     : Penguji II
N3     : penguji III (Ketua Sidang)
4.    Apabila mahasiswa dinyatakan lulus dalam ujian skripsi, diberi kesempatan untuk memperbaiki skripsi dalam waktu maksimal 3 bulan. Jika dalam waktu tersebut mahasiswa tidak dapat memperbaikinya, maka ujian skripsi tersebut dinyatakan batal. Waktu tiga bulan terhitung sejak tanggal munaqasyah sampai penandatanganan persetujuan perbaikan penguji I, II dan Pembantu Dekan I.
5.    Apabila mahasiswa dinyatakan tidak lulus, maka kepada yang bersangkutan diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulangan dengan ketentuan :
5.1.    Sudah berkonsultasi dengan Penguji I dan II dengan menunjukkan bukti keterangan konsultasi.
5.2.    Agenda ujian ulangan dilakukan paling cepat satu bulan setelah ujian skripsi sebelumnya.
5.3.    Tim penguji ulangan adalah personil yang sama dengan tim ujian sebelumnya.
6.    Prosedur bimbingan skripsi mempedomani Buku Pedoman Penulisan Skripsi/ Karya Ilmiah yang diterbitkan oleh IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

PRAKTIKUM
Praktikum yang diselenggarakan di IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi adalah (1) Kuliah Kerja Praktek (KKP), (2) Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dan (3) Kuliah Kerja Nyata (Kukerta).
1.     Pengertian :
1.1.     Kuliah Kerja Praktek (KKP) adalah praktikum mata kuliah tertentu yang diadakan dilaboratorium atau dilapangan yang dibimbing oleh dosen pengasuh mata kuliah tersebut.
1.2.     Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) adalah praktikum lapangan yang diprogramkan dan dilaksanakan oleh fakultas berkaitan dengan spesifikasi Fakultas dan Jurusan.
1.3.     Kuliah Kerja Nyata  (Kukerta) adalah praktek pengabdian mahasiswa ditangah masyarakat yang diprogramkan dan dilaksanakan oleh IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melalui Pusat Pengabdian Masyrakat.
2.     Pelaksanaan
2.1.    Pelaksaan KKP dilakukan oleh dosen pemegang mata kuliah bersangkutan dengan persetujuan Ketua Jurusan. Dalam melaksanakan KKP tersebut dosen dan mahasiswa berhak menggunakan fasilitas sarana/ prasarana yang tersedia difakultas atau diusahakan mahasiswa sendiri. Semua     mahasiswa yang mengontrak mata kuliah tersebut harus mengikuti kegiatan sesuai dengan ketentuan dosen, dan selama kegiatan tersebut dosen bersangkutan langsung memberi bimbingan dan pengawasan.
2.2.    Praktek Pengalaman Lapangan(PPL) dilaksanakan oleh panitia yang bertanggung jawab kepada Dekan. Mahasiswa diperkenankan mengikuti PPL setelah memenuhi ketentuandan kriteria yang ditetapkan fakultas.
2.3.    Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) dilaksanakan oleh Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM). Dalam pelaksanaanya PPM bertanggung kepada Rektor. Mahasiswa diperkenankan ikut Kukerta setelah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
2.3.1.    Telah menyelesaikan beban studi sebanyak  126 SKS.
2.3.2.    Telah mencapai Nilai Ko-Kurikuler sebanyak 45 SKK.
2.3.3.    Dan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh PPM.

PEMBIMBING AKADEMIK
1.     Pengertian
Pembimbing akademik  adalah dosen tetap pada suatu jurusan/ fakultas yang berfungsi memberikan bimbingan dan atau penyuluhan kepada mahasiswa berkenaan dengan masalah akademik dan non akademik selama mahasiswa yang bersangkutan terdaftar sebagai mahasiswa pada jurusan/fakultas tersebut..
2.    Tujuan
Bimbingan akademik diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut:
2.1.    Membantu mahasiswa dalam menyesuaikan sikap diri dan prilaku, baik dalam bertindak maupun dalam berfikir yang sesuai dengan kehidupan kampus.
2.2.    Membantu mahasiswa dalam menemukan model belajar yang efektif dan efesien.
2.3.    Membantu mahasiswa dalam mengatasi kesulitan dan hambatan yang berhubungan dengan studinya.
2.4.    Membantu mahasiswa dalam memaham, mendalami, menghayati, dan mengamalkan tradisi kampus dan sikap ilmiah di Perguruan Tinggi.
2.5.    Membantu mahasiswa dalam menentukan berbagai alternatif dalam memecahkan suatu atau beberapa maslah yang dapat menghambat program studinya.

3.    Kewajiban Pembimbing Akademik
3.1.    Mengarahkan mahasiswa dalam memilih mata kuliah yang akan dikontrak.
3.2.    Memberi pertimbangan kepada mahasiswa dalam menentukan banyaknya kredit yang akan diambil berdasarkan IP yang diperoleh dan pertimbangan atas perubahan rencana studi mahasiswa yang bersangkutan.
3.3    Mengesahkan berlakunya KRS mahasiswa dengan membubuhkan tanda tangan dalam kartu tersebut.
3.4.    Menanamkan kesadaran dan mendorong mahasiswa untuk belajarlebiah giat, teratur, berkesinambungan dan disiplin agar dapat mencapai prestasi yang meningkat serta penyelesaian studi tepat waktu.
3.5.    Memantu perkembangan mahasiswa yang dibimbing melalui kegiatan pertemuan secara periodik, baik individual maupun kelompok untuk memecahkan masalah/ kesulitan yang dihadapi mahasiswa     bimbingan.
3.6.    Memberi bimbingan Qiratul Qur’an, Ibadah Praktis, dan Akhlaqul karimah yang dibuktikan dengan kartu bimbingan/ konsultasi.

4.    Hak Pembimbing Akademik
Setiap Pembimbing Akademik dalam melaksanakan tugasnya berhak 2 SKS untuk setiap 10 mahasiswa yang dibimbing persemester.

5.    Sanksi Pembimbing Akademik
5.1.    Pembimbing Akademik yang tidak melaksanakan kewajiban tersebut di atas, maka haknya sebagai Pembimbing Akademik dapat dicabut dan digantikan dengan pembimbing yang lainnya.
5.2. Pembimbing Akademik yang tidak dapat melaksanakan kewajiban karena dinas luar dan tugas belajar, maka bimbingan sementara diambil alih oleh Ketua Jurusan, dan segala hak bimbingan menjadi tanggung jawab Ketua Jurusan.

6.    Kewajiban Mahasiswa
6.1.    Mahasiswa wajib mengadakan komunikasi dan berkonsultasi secara aktif dengan pembimbingnya tentang perkembangan studi berikut kesulitannya.
6.2.    Mahasiswa wajib mentaati hasil konsultasi serta nasehat pembimbingnya, dan bersedia menerima sanksi akademik bila kemudian melanggar kesepakatan.
6.3.    Mahasiswa wajib memberikan laporan hasil prestasi studinya kepada pembimbing akademiknya selambat-lambatnya seminggu setelah menerima hasil studinya.

7.    Hak Mahasiswa
7.1    Mahasiswa berhak mendapatkan alokasi waktu untuk berkonsultasi tentang permasalahan akademiknya kepada pembimbing akademiknya, baik yang terjadwal maupun yang tidak terjadwal.
7.2    Mahasiswa berhak mengajukan keberatan, jika merasa dilecehkan oleh pembimbing akademiknya, dengan mengajukan surat pengaduan secara tertulis kepada Dekan Fakultas melalui Ketua Jurusan.

8.    Kewajiban Dekan
8.1.     Dekan Fakultas wajib menyediakan ruang khusus untuk konsultasi bagi Dosen dan mahasiswa untuk memperlancar tugas-tugas dan kewajiban bimbingan.
8.2.    Dekan Fakultas wajib mengeluarkan petunjuk teknis tentang kepenasehatan dalam ruang lingkup fakultas. Selain itu, Dekan melalui ketua-ketua jurusan wajib mengelompokkan mahasiswa kedalam satu kelompok bimbingan.

KURIKULUM
1.    Kurikulum 2007.
Mulai tahun akademik 2005/2006 diberlakukan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) berdasarkan hasil seminar Kurikulum IAIN STS Jambi tahun 2007 dan ditetapkan dengan SK. Rektor.
2.    Untuk mahasiswa baru tahun akademik 2005/2006 dan seterusnya, berlaku kurikulum tahun 2007 tersebut poin 1
3.    Nama Mata Kuliah, Nilai SKS, serta sebarannya persemester dapat dilihat pada bagian Fakultas dan Pascasarjana
4.    Kurikulum 2007 dijabarkan lebih lanjut oleh Jurusan, Fakultas dan Institut, serta diterbitkan tersendiri namun merupakan satu kesatuan dengan kurikulum 2007 tersebut.

Additional information